Gambar

Pembelajaran Berbasis Blended Learning System di Ummusshabri Dimantapkan

Kendari, (Humas-Ummusshabri)---Sebagai lembaga pendidikan yang kaya dengan prestasi diberbagai bidang dan sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat luas, maka Ummusshabri terus melakukan berbagai kreasi dan inovasi pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikannya. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran di Ummushabri terutama di masa pendemi ini adalah menerapkan pembelajaran berbasis blended learning. Pembelajaran berbasis blended learning ini sudah dijalankan di Ummusshabri sejak awal pandemi covid-19 melanda negeri ini. Dan untuk melakukan evaluasi sejauhmana keberhasilan pelaksanaannya dan untuk menambah pengetahuan baru serta mendalami lebih jauh tentang blended learning maka Ummusshabri menggelar diskusi secara virtual dengan menghadirkan nara sumber dari Mentari Group yang diwakili oleh bapak Tri Turturi. Acara diskusi virtual ini diikuti oleh segenap pengurus yayasan Ummusshabri, kepala madrasah dan guru-guru lingkup yayasan Ummusshabri.

Ketua Yayasan Ummusshabri Dr. Supriyanto, MA menuturkan bahwa “hakekat blended learning adalah pembelajaran yang bisa mengefektifkan pemanfaatan media online sistem untuk melakukan pendalaman/pengembangan materi guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan maksimal di tengah keterbatasan waktu interaksi face to face antara guru dan siswa. Demikian juga bahwa pembelajaran harus diorientasikan untuk mengembangkan higher thingking skill siswa agar dapat mengembangkan dan menemukan ilmu pengetahuan secara mandiri. Guru harus kreatif untuk menyibukkan waktu siswa di luar kelas untuk mendalami materi pelajaran yang berbasis website (online) baik dengan pendekatan sincronus atau a sincronus, karenanya pembelajaran yang hanya diorientasikan untuk menghabiskan/menyelesaikan materi sungguh merupakan kekeliruan yang besar dan disinilah perlu ditumbuhkembangkan budaya literasi di madrasah/sekolah. 

Karenya untuk memaksimalkan pembelajaran berbasis Blended Learning maka seorang guru dituntut memiliki kemampuan IT yang bagus dan memiliki mindset konsep pembelajaran yang inovatif dan maju, “harapnya.

“Untuk itu saya berharap agar pembelajaran di Ummusshabri untuk semua tingkatan pendidikan benar-benar harus bisa mengembangkan higher thinking skill siswanya dan menghindari sistem pendidikan dogmatis. Selain itu tentunya budaya literasi di Madrasah harus terus digalakkkan, “tutupnya.

Anwar