Gambar

MTs dan MA Ummusshabri Laksanakan MATAS Terpadu Secara Blended

Kendari, (Humas Ummusshabri)---Mengawali tahun pelajaran 2021/2022 bagi santri baru tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah maka dilaksanakan Masa Taaruf Santri (MATAS) yang pembukaannya dilaksanakan secara terpadu. Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Berakhlak Mulia, Datang Menerima Ilmu, Kelak Membawa Ilmu” dilaksanakan dari tanggal 22 – 24 Juli 2021.

Oleh karena pandemi Covid-19 belum mereda seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kendari maka MATAS kali ini dilaksanakan dengan 2 cara, yaitu; offline bagi santri tinggal di asrama dengan penerapan protokol kesehatan dan online bagi santri non asrama. Kedua cara ini dilaksanakan secara Blended (dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan), santri yang offline mengikutinya secara langsung di Auditorium  sedangkan yang online mengikutinya secara virtual melalui aplikasi zoom cloud meeting.

MATAS untuk santri baru tingkat Madrasah Tsanawiyah diikuti oleh 201 peserta (103 offline, 98 online), sedangkan untuk santri baru tingkat Madrasah Aliyah diikuti oleh 64 peseta (50 offline, 14 online)

Dr. Supriyanto, MA sebagai Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, dalam sambutannya ketika membuka kegiatan mengatakan “MATAS merupakan tahap awal bagi santri baru Ummusshabri untuk bisa mengenal lingkungan baru, baik lingkungan asrama maupun madrasah. 

“Kehidupan berasrama tidak hanya untuk menguji kemampuan keagamaan santri, akan tetapi juga menguji kemampuan bersosialisasi dan beradaptasi santri, bukan juga sekedar bisa mandiri tetapi juga bisa berinteraksi dan bersahabat dengan baik, oleh karenanya, santri di asrama itu harus tampil secara ramah dengan penuh kekeluargaan, tidak egois, karena itu sebagai modal utama dalam menjalani kehidupan berasrama secara baik. Sikap seperti akan selalu dikenang oleh teman-teman kalian, oleh ustadz dan guru kalian, tidak hanya saat kalian masih tinggal di asrama bahkan sampai ketika sudah menyelesaikan studi di Ummusshabri, “pesannya.

“Karenanya saya berharap agar santri bisa menunjukkan perubahan yang significant secara fundamental terhadap sikap dan kepribadian kepada guru lebih khusus kepada orang tua, sehingga kedua orang tua menjadi bangga karena putra putrinya telah menunjukkan perubahan sikap dan karakter mandiri selama di asarama, “tambahnya.

“Demikian halnya santri yang tidak tinggal di asrama juga harus memiliki cara pandang dan semangat yang sama, intinya semua santri yang berkesempatan belajar di Ummusshabri harus bersyukur karena akan mendapatkan pelayanan dari guru yang luar biasa, guru yang dedikatif, pengabdi sejati, guru yang telah teruji kemampuannya di bidang pedagogik, IT, billingual dll, karena telah melalui seleksi yang sangat ketat, bahkan guru yang sudah memiliki kemampuan percaturan secara global, dan ini yang akan diwariskan kepada santri santri Ummusshabri mulai dari jenjang PAUD, MI, MTs dan MA, sehingga nantinya santri Ummusshabri juga memiliki kemampuan berdaptasi dalam persaingan global, karena memang kita tidak bisa menghindar dengan tuntutan dan persaingan global, “jelasnya. 

“Saat ini Ummusshabri telah memiliki berbagai prestasi bukan sekedar tingkat lokal dan regional, akan tetapi sudah pada tingkat nasional dan ini harus berjalan berkesinambungan karenanya, ini merupakan tugas kalian untuk mempertahankannya bahkan harus meningkatkannya, sehingga Ummusshabri semakin berjaya, “harapnya.

Seusai acara pembukaan secara seremoni, kegiatan MATAS dilanjutkan dengan pemberian materi kepada peserta yang diawali dengan materi tentang Sejarah Berdiri dan Perkembangan Pondok Pesantren Ummusshabri Kendari yang disampaikan oleh Ustadz Mohamad Anwar, S.Ag., M.Si.

MA